Strong Brows That Blow

"Beach, I'm fabulous."

Thranduil approves.

I like defined and strong eyebrows. Period.

Ada 3 hal yang dapat membentuk karakter wajah dengan sekejap: alis, eyeliner, dan bulu mata palsu. Karena tidak semua orang bisa bikin garis eyeliner dengan baik dan siapa juga yang punya waktu untuk masang bulu mata palsu setiap hari, maka alis adalah hal termudah untuk dilakukan.

Saya ingat tahunnya 2010 dan waktu itu rasanya belum muncul tren alis tebal. Belum kenal juga siapa itu Cara Delevigne. Dunia peralisan masih biasa-biasa saja layaknya indomie polos tanpa telur, sawi, dan rawit. But I do remember, dalam percakapan-percakapan toilet bersama seorang teman wanita, kami sepakat bahwa alis adalah komponen penting pembingkai wajah dan karenanya harus berkarakter kuat–sama seperti keinginan kita untuk mempunyai kepribadian yang kuat. Thus, the strokes must be bold, not barely even there like something greyish and scattered, shy and wish to be unrecognized by society.

Untungnya akhir-akhir ini dunia fesyen sepaham dengan kami. Semenjak 2014 (I guess) deretan wajah dengan alis tebal dan tegas menjadi terkenal, sehingga dunia–yang dipenuhi oleh domba-domba pengekor–seketika jatuh cinta kepada alis tebal.

Di Indonesia pun begitu. It’s a death sentence for that infamous Krisdayanti’s super thin eyebrows. Orang-orang berhenti mencabuti alisnya sampai gundul. Tak ada lagi yang menato alisnya menjadi satu garis tipis mencelat tak normal (shout out to nci-nci jakbar). Tren berganti dan menjadikan banyak orang berlomba-lomba menyulam alisnya. Salon-salon yang meladeni sulam alis selalu full booking; bahkan untuk salon yang terkenal, antriannya bisa sampai 6 bulan ke depan. Effin insane. But bear in mind, ladies (and gents), that that treatment ain’t friendly to our sorry pocket, and also don’t forget about the after-treatment drill. Meh.

Untuk kita warga Simpleton Budgetery, pensil alis Viva come to the rescue. Buat yang mau ekstra-upaya, menambahkan eye-shadows warna gelap ke alis dengan kuas juga bisa mengangkat alis menjadi tampak lebih tebal. Yang ada uang lebihan dikit bisa nabung untuk beli brow-kit Benefit yang dijual di Sephora (cursing the capitalism in Swahilian). Apa pun itu, yang perlu diingat adalah: ini semua tentang kelihaian memainkan perkakas, sebuah seni penmanship terhadap wajah.

Agar semakin menambah pengetahuan kita soal dunia peralisan, simak video The History of Eyebrows by British Vogue di bawah ini. Favorit saya tentu saja dekade 1950 dan 1980-an. Ciao.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s